Dinamika Dunia Pendidikan Di Indonesia

Dinamika Dunia Pendidikan Di Indonesia

Berita Pendidikan

systemmontessori.org – Tantangan globalisasi kian hari kian meningkat, tentunya hal ini harus diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia. Dengan adanya hal ini tentu semua aspek mengalami dampaknya, tak terkecuali dunia pendidikan. Seiring perkembangan ini, banyak teknologi yang menyebabkan anak-anak sekolah mengalami dampaknya, ntah itu negatif maupun positif.

Dengan hadirnya teknologi di sekitar murid-murid, tentu dunia pendidikan dipaksa untuk mengoptimalkan agar murid tidak terkena dampak negatifnya. Akan tetapi, pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang menghambat perkembangan ini. Mulai dari keterbatasan akses pada beberapa wilayah, jumlah guru yang tidak rata di wilayah tertentu dan kualitas dari guru itu sendiri yang belum memadai.

Dari kekurangan yang ada di atas, kualitas guru menjadi terlihat mendominasi dan masalah ini harus segera diatasi. Hal ini juga bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan akan teknologi para guru, sehingga dengan perkembangan teknologi guru kurang bisa mengimbangi dan malah murid yang kadang lebih mahir akan teknologi. Hal ini memang tidak baik bagi kelancaran jalan pendidikan, namun Ikatan Guru Indonesia tidak tinggal diam akan masalah ini. IGI melakukan pelatihan pada guru-guru yang masih tertinggal akan informasi teknologi, sehingga mereka bisa maksimal dalam menggunakan teknologi untuk bahan ajar pada murid di kelas.

Baca juga : MUI : Masukkan Materi Bisnis Dalam Pendidikan

Namun masalah di dunia pendidikan tak berhenti disitu saja, ketika sang guru sudah melek teknologi dan paham cara pengajaran dengan memanfaatkan teknologi. Malah teknologi itu sendiri yang tidak memadai untuk dipakai sebagai alat ajar mengajar, seperti contohnya laptop, komputeter ataupun proyektor.

Memang hal ini bukan hanya menjadi tugas guru dan pengelola saja, namun pemerintah juga harus berperan pada dunia pendidikan di Indonesia sendiri. Tujuannya agar bisa tercetak murid-murid yang memiliki potensi luar biasa dalam teori maupun prakteknya, tentunya dengan memanfaatkan teknologi dalam sistem pengajaran di era globalisasi ini.

Daerah pelosok merupakan daerah yang masih sedikit sentuhan dari pemerintah, hal ini disebabkan karena akses menuju ke lokasi yang terlalu sulit. Namun hal ini tidak boleh dilewatkan, karena potensi di wilayah tersebut juga akan terlihat bila difasilitasi dengan baik dan lengkap. Guru-guru pun harus berusaha setelah fasilitas sudah diupayakan, sehingga metode mengajar lama tidak terlalu ditonjolkan karena pasar saat ini lebih membutuhkan orang yang kreatif dan produktif.

Memang untuk merealisasikan lebih sulit dari pada merancang, namun rancangan tidak akan berjalan bila tidak diterapkan dan dipatuhi setiap orang yang berada di dalamnya. Seperti inilah dinamika di pendidikan di Indonesia, tentunya hal ini perlu menjadi pertimbangan setiap anggota didalamnya. Demi menghasilkan orang-orang yang berpendidikan dan memiliki pandangan yang luas, bukan hanya dikota besar saja namun wilayah 3T (terluar, terdalam, terpencil) juga harus diperhatikan.